Jemari-jemari kecil terluka
Darah mengalir dengan derasnya
Menembus kulit halusnya
Serta lemah tulangnya
Jemari itu terus berkarya
Meski luka menganga
Demi lepas dahaga
Bantingan keras hidupnya
Kini jemari-jemari
Besarlah sudah
Tak terluka oleh tajamnya fenomena
Kebal akan terjangan amarah
Berlarilah jemari kecil
Kembalilah pada indahnya sejarah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar