Selasa, 24 April 2012

PERANAN KOMPUTER TERHADAP PENGEMBANGAN PENGETAHUAN TEKNOLOGI SISWA MAN 2 SAMARINDA


            Pendidikan adalah salah satu kebutuhan yang mutlak di perlukan oleh seluruh makhluk hidup. Karena pendidikan merupakan salah satu pilar utama kehidupan manusia. Dengan adanya pendidikan, maka manusia akan memiliki pengetahuan yang nantinya akan apat di kembangkan menjadi bermacam-macam kemampuan, serta menjadikan manusia sebagai makhluk yang berintelektual  tinggi. Setiap manusia di mana saja berada tentu melakukan kegiatan belajar. Seorang siswa yang ingin mencapai cita-citanya tentu harus belajar dengan giat. Untuk dapat mencapai cita-cita tidak bisa dengan bermalas-malasan, tetapi juga harus rajin, gigih dan tekun belajar. Belajar adalah syarat mutlak untuk menjadi pandai dalaam segala hal, baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun keterampilan atau kecakapan.[1]
            Salah satu prinsip utama belajar adalah harus mencapai kematangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan yang di pelajarinya. Kematangan jasmani yaitu telah sampai pada batas minimal umur serta kondisi fisiknya telah cukup kuat untuk melakukan kegiatan belajar. Kematangan rohani artinya telah memiliki kemampuan secara psikologis untuk melakukan kegiatan belajar, misalnya kemampuan berfikir, ingatan, fantasi dan sebagainya.[2]
Pendidikan pun kini telah menjadi pokok wajib bagi setiap warga negara Indonesia, tidak terkecuali di kota Samarinda. Samarinda merupaan kota dengan sumber daya manusia (SDM) yang tinggi. Karena itu, pemerintah kota Samarinda memberikan pendidikan gratis bagi siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK. Hal ini pun mendapat antusiasme yang baik dari masyarakat kota Samarinda . Karena pemerintah tidak hanya mempromosikan janji, namun juga memberikan bukti, yaitu memberikan bantuan operasional ke sekolah-sekolah di kota Samarinda.
Selain itu, mutu pendidikan di kota Samarinda pun kini berangsur-angsur mengalami peningkatan yang signifikan. Banyak sekolah-sekolah yang meningkatkan kualitas pendidikannya, salah satu contohnya adalah di MAN 2 Samarinda. Madrasah yang terkenal sebagai Madrasah dengan standar internasional ini berusaha meningkatkan pengetahuan teknologi kepada siswanya. Kepala sekolah menganggap bahwa pendidikan teknologi sangat di perlukan di jaman sekarang ini, mengingat perkembangan jaman yang begitu pesat dan persaingan di bidang pendidikan yang begitu kuat. Oleh karena itu, kepala sekolah beserta staf dan guru-guru di madrasah ini bekerja sama untuk memberikan fasilitas teknologi yang lengkap di madrasanya khususnya di bidang teknologi komputer.
Fasilitas yang di sediakan oleh madrasah di manfaatkan oleh seluruh siswa untuk mengenal lebih jauh tentang pelajaran teknologi komputer serta mengembangkan bakat dan minat dalam bidang komputer. Tentu saja para kepala sekolah, staf dan guru MAN 2 sangat mendukung keinginan para siswa tersebut.
Untuk itu, selain menjadi salah satu mata pelajaran umum di madrasah, ilmu teknologi komputer ini di jadikan sebagai kegiatan ekstrakulikuler di madrasah. Dalam kegiatan ini, para siswa di perkenalkan lebih jauh seputar ilmu teknologi komputer. Dengan cara ini, para siswa di madrasah ini pun tidak akan menjadi siswa yang gagap teknologi (gaptek).
Selain belajar dasar-dasar pengenalan dan pengaplikasian komputer dengan baik dan benar, siswa juga di ajarkan bagaimana cara membuat karya seni dengan media komputer, contohnya cara membuat animasi-animasi dan lain sebagainya. Hal ini mendapat antusiasme positif dari seluruh siswa bahkan oleh orang tua siswa di madrasah ini. Dan ekstrakuler komputer pun kini menjadi salah satu jenis kegiatan madrasah dengan presentase anggota terbanyak di MAN 2 Samarinda.


[1] Drs. Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan, (Bina Aksara, Jakarta, 1987), hal. 129.
[2] Drs. Anwar Bey Hasibuan, Psikologi Pendidikan, (Pustaka Widyasarana, Medan, 1994), hal. 34.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar